NLP Neuro Linguistic Programming

image

NLP berasal dari California, Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Yang pertama menggagas NLP adalah pakar matematika Richard Bendler dan profesor linguistic John Grinder. Pada mulanya, mereka hanya mengamati skill komunikasi yang digunakan sekelompok terapis terpilih yang sukses. Mereka ingin tahu dan menetapkan secara spesifik bagaimana para terapis itu sukses membantu klien untuk melakukan perubahan positif dalam hidupnya. Keduanya, bersama sekelompok kolega dan mahasiswa, mencoba membentuk model eksplisit tentang bagaimana bagusnya seorang komunikator bisa mencapai hasil.

Toh demikian, para pakar dan pendiri NLP pun masih meberikan definisi berlainan.

  • NLP adalah strategi pembelajaran yang ditingkatkan untuk deteksi dan utilisasi pola-pola di dalam dunia (John Grinder)
  • NLP adalah apa saja yang bisa berfungsi dan memberi hasil (Robert Dilts)
  • NLP adalah studi sistematik tentang komunikasi manusia (Alex von Uhde)

Istilah aktual “ Neuro Linguistic Proramming “ muncul dari tiga bidang studi utama

1.   Neurology : tentang otak dan bagaimana kita berpikir.

2.   Linguistic : tentang bagaimana kita menggunakan bahasa dan dan bagaimana dampaknya terhadap kita.

3.   Programming : tentang bagaimana kita mengurutkan tindakan-tindakan.

Esensi dari pendekatan mereka adalah lebih ke pragmatis dan berorentasi hasil daripada teoretis. Richard Bendler dengan singkat dan jelas menggambarkan NLP sebagai proses membantu orang belajar bagaimana menggunakan otaknya lebih efektif, memacu otak mereka daripada sekedar otak yang memacu mereka. Bandler dan Grinder pada mulanya berusaha menemukan apa yang sebenarnya berfungsi untuk mencapai hasil positif untuk klien terapi, dengan cara menguji keterkaitan antara perilaku aktual si terapis dengan pemikiran dan perasaan si klien. Esensi dari pembelajaran ini adalah ekselensi atrau kesempurnaan dalam bidang komunikasi yang punya struktur jelas. Mereka lalu berusaha menemukan struktur-struktur itu dan kemudian mengajarkannya. Sikap – sikap yang mereka bawa dari kecurigaan dan pragmatisme menghasilkan ide, model, dan teknik, berdasarkan realitas-realitas terobservasi tentang bagaimana orang berpikir dan berperilaku.

Ide ini, yang biasanya disebut dengan modeling, didasarkan pada prinsip bahwa “ begitu sesuatu bisa dideskripsikan dengan kejelasan dan ketepatan yang memadai maka itu bisa diajarkan dan dipelajari. Namun saya pribadi beranggapan NLP adalah proses pencarian terhadap apa-apa yang bisa berfungsi bagi individu, dengan hasil model-model dan strategi baru yang bisa diajarkan/dipelajari. Akhirnya NLP adalah soal pilihan, karena peristiwa-peristiwa tidak hanya diindra secara berbeda oleh masing-masing kita, tetapi juga membawa makna yang berbeda pada level nilai-nilai dan keyakinan masing-masing. Bagaimana menurut anda ?


 

Thu, 3 Dec 2015 @15:05
Tags: nlp


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Hit Web Counter Com Website

 

Copyright © 2018 mr Pho - 085641116661 · All Rights Reserved