Reframing

image

Bicara tentang Reframing dalam NLP saya jadi ingat kejadian yang sering saya atau mungkin anda juga pernah mengalami kejadian, sedang mengendarai kendaraan, tiba-tiba ada yang menyalip dengan "memotong" jalan dan kabur begitu saja. Hati ini selain dongkol, juga berkeinginan untuk membalasnya, maka saya akan berusaha mengejar dan "memotong" jalannya. Setelah keinginan saya tercapai, maka terasa puaslah hati ini, tetapi bila gagal hati ini makin dongkol dan penasaran saja.


Usaha yang saya lakukan untuk "mengejar" bisa cepat atau lambat tergantung situasi dan kondisi. Saat-saat pengejaran ini yang sebenarnya banyak mengandung resiko/bahaya baik untuk diri sendiri atau orang lain. Saya pun sadar, tetapi demi mengobati " hati yang luka", tetap saja dilakukan.

Lama-lama saya berpikir hal ini kurang "menyehatkan" untuk suatu perjalanan. Apalagi kejadian-kejadian seperti ini tidak sekali dua kali tetapi sering. Lihatlah kelakuan rata-rata pengemudi angkutan umum, Saya harus melatih kesabaran. Kalau suasana hati sedang "cool" tentu saja bisa, tetapi kalau hati sedang "kemrungsung", maka tidak bisa sabar lagi, peristiwa pengejaran terulang kembali .

Pernah saya baca disurat kabar, dua pengendara mobil saling tidak mau mengalah, saling kejar-kejaran dan berakhir dengan saling menantang dan salah satu harus tertembak, sehingga urusan menjadi panjang, bisa ribuan kali lebih lama dibanding "efek mengalah" yang hanya butuh waktu kira-kira 10 detik saja.

Karena sesuatu hal, kadang saya pun memotong jalan orang, utamanya di jalan yang tidak biasa saya lalui (kurang familiar) akibatnya saya akan dikejar dan dipotong jalan saya. Menghadapi kejadian ini kita harus sportif/mengakui kesalahan dan memberi jalan kepada orang tersebut.

Sampai pada akhirnya, saya mendapatkan cara yang lebih membantu, yaitu "reframing", yakni menyusun/ mengrangkai kembali pemikiran kita terhadap suatu kejadian.

Andai kata terjadi kejadian diatas, reframing yang kita lakukan adalah :
"wah ?..mungkin dia buru-buru karena mengantar istrinya yang akan melahirkan", atau.
"mungkin dia terburu-buru karena mengejar pesawat yang waktunya sudah mepet", atau "mungkin dia tidak ingin ketinggalan rapat yang penting sekali", atau "mungkin dia seorang dokter yang harus cepat-cepat mengoperasi pasiennya yang kritis", atau "mungkin dia teman kantor sendiri", atau "mungkin sopir angkot tersebut dikejar setoran?? kasihan", atau "mungkin (maaf) dia sedang kebelet mau cepet-cepet kekamar kecil" dll.

Setelah melakukan reframing, hati ini menjadi tenang dan bisa melupakan begitu saja peristiwa tersebut. Masalahnya adalah kadang belum sempat reframing pedal gas sudah diinjak, akhirnya terulang lagi peristiwa tersebut.

Reframing ini sebenarnya tidak hanya diterapkan saat mengendarai kendaraan saja, tetapi juga bisa untuk hal-hal lain, sehingga kita terhindar dari
(dosa) prasangka buruk dan dendam hati, reframing disini tidak ubahnya dengan berpikir positif/berprasangka baik.

Saat teman kita sedang membicarakan salah satu teman lain yang dirasa pelit karena tidak bersedia iuran untuk sesuatu hal, reframing kita mengatakan; dia berbuat seperti itu karena mungkin sedang tidak punya uang.

Saat teman  sedang "ngrasani" pimpinan yang dirasa sudah lupa kepada kebutuhan bawahannya, reframing kita mengatakan "mungkin beliau sudah memikirkan kita, hanya saja sedang bingung karena kemampuan perusahaan yang belum memungkinkan".

Sifat reframing ini adalah kondisional atau spontanitas, tetapi kalau kejadiannya terulang terus dan dengan pelaku yang sama, maka reframing tidak ada gunanya dan malahan menyalahi logika berfikir kita. Jadi kalau teman kita setiap diajak iuran selalu menolak, maunya menikmati saja, maka kita bisa berkesimpulan kalau dia memang pelit. Andai kemampuan perusahaan cukup, waktu berganti waktu tidak ada yang "menetes" kebawahannya, maka kita bisa berkesimpulan pimpinan kita mempunyai "daya serap" yang tinggi, (kayak iklan itu tuh??soft..eh...pampers anak-anak)

Selamat menikmati hidup yang indah ini, (khususnya berlaku buat saya karena istri saya namanya “indah” he..he..) 

bagikan

Mon, 2 Nov 2015 @12:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Hit Web Counter Com Website

 

Copyright © 2018 mr Pho - 085641116661 · All Rights Reserved